Aku tak tahu apa yang telah ku lakukan. Aku telah masuk kedalam tempat yang seharusnya takku dekati sekalipun. Ya aku masuk dikehidupan dua sejoli yang masih saling menyayangi satu sama lain. Itulah kesalahanku, mengapa aku bisa masuk ke dalam kandang macan yang akan kawin. Itu akan membuat mereka merasa terganggu dan akhirnya dirikulah yang akan menanggung akibatnya. Mungkin itu perumpamaan yang sangat ekstrim, aku tak tahu lagi apa perumpamaan yang tepat lagi untuk diriku ini. Diriku hancur terkoyak koyak. Sebenarnya untuk tipikal orang sepertiku, perasaan sedih, sakit hati, dan perasaan negatif lainnya paling cuma sebentar saja kurasa dan kemudian lenyap dihari hariku yang ku isi dengan kegembiraan.
Aku bersyukur ada diantara teman-teman yang selalu bisa menghapus lara dengan tertawa bersama mereka. Walau hanya nge-game bersama, main kerumah teman dan aktifitas yang sederhana lainnya yang mengutamakan kebersamaan. Kami saling menghibur ketika ada yang sedang dilanda masalah. Saling menyemangati ketika ada yang sedang down. Walau kami terlihat layaknya kumpulan cowok yang selalu bertingkah bodoh, tapi kami juga punya cerita cerita tersendiri. Dibalik tawa pada muka muka yang tidak mungkin dibilang tampan, kami juga manusia biasa. Kami bertingkah bodoh hanya karena ingin berbagi tawa kepada dunia sekitar kami. Kami juga bisa bersikap dewasa dan bijak. Maka istilah "Jangan lihat dari luarnya saja" itu tepat untuk aku dan teman-teman.
"Tabir gelap yang dulu hinggap lambat laun terungkap. Labil tawamu tak pasti tangismu Jelas membuat aku sangat ingin mencari. Apa yang tersembunyi Dibalik manis senyummu Apa yang tersembunyi Dibalik bening dua matamu. Dapat kutemui mengapa engkau tak pasti Lalu aku coba untuk mengerti Saat engkau tiba disimpang jalan kau bimbang tentukan arah tujuan. Jalan gelap yang kau pilih Penuh lubang dan mendaki Jalan gelap yang kau pilih Penuh lubang dan mendaki." Itulah secuil lirik lagu Iwan fals yang sesuai dengan diriku dan dirimu. Engkau yang sudah menjadi sesosok yang memiliki dua kepribadian. Pada awalnya aku tak tahu kau bermain dua peran. Ketika bersamaku atau teman temanmu yang lain kau begitu ceria dan tertawa lepas tanpa beban. Akan tetapi jika tak bersamaku kau sedang menghapus air matamu yang mengalir membasahi pipimu yang lucu. Aku sedih jika kau tiada tahan akan semua permainanmu. Kau yang masih berharap pada pemilik hatimu yang sesungguhnya. Kau lebih menyayanginya. Aku terima jika hanya sebagai pemilik yang kedua dirimu. Sebenarnya ingin ku bertahan tapi lebih baik aku sudahi saja karena kau sendiri yang memintanya. Semoga setelah kau lepas dariku dapat menjadi gadis yang ingin selalu kulihat tawanya.

