0

Ini aku, bukan siapa siapa

Aku tak tahu apa yang telah ku lakukan. Aku telah masuk kedalam tempat yang seharusnya takku dekati sekalipun. Ya aku masuk dikehidupan dua sejoli yang masih saling menyayangi satu sama lain. Itulah kesalahanku, mengapa aku bisa masuk ke dalam kandang macan yang akan kawin. Itu akan membuat mereka merasa terganggu dan akhirnya dirikulah yang akan menanggung akibatnya. Mungkin itu perumpamaan yang sangat ekstrim, aku tak tahu lagi apa perumpamaan yang tepat lagi untuk diriku ini. Diriku hancur terkoyak koyak. Sebenarnya untuk tipikal orang sepertiku, perasaan sedih, sakit hati, dan perasaan negatif lainnya paling cuma sebentar saja kurasa dan kemudian lenyap dihari hariku yang ku isi dengan kegembiraan. 



Aku bersyukur ada diantara teman-teman yang selalu bisa menghapus lara dengan tertawa bersama mereka. Walau hanya nge-game bersama, main kerumah teman dan aktifitas yang sederhana lainnya yang mengutamakan kebersamaan. Kami saling menghibur ketika ada yang sedang dilanda masalah. Saling menyemangati ketika ada yang sedang down. Walau kami terlihat layaknya kumpulan cowok yang selalu bertingkah bodoh, tapi kami juga punya cerita cerita tersendiri. Dibalik tawa pada muka muka yang tidak mungkin dibilang tampan, kami juga manusia biasa. Kami bertingkah bodoh hanya karena ingin berbagi tawa kepada dunia sekitar kami. Kami juga bisa bersikap dewasa dan bijak. Maka istilah "Jangan lihat dari luarnya saja" itu tepat untuk aku dan teman-teman.


"Tabir gelap yang dulu hinggap lambat laun terungkap. Labil tawamu tak pasti tangismu Jelas membuat aku sangat ingin mencariApa yang tersembunyi Dibalik manis senyummu Apa yang tersembunyi Dibalik bening dua matamu. Dapat kutemui mengapa engkau tak pasti Lalu aku coba untuk mengerti Saat engkau tiba disimpang jalan kau bimbang tentukan arah tujuan. Jalan gelap yang kau pilih Penuh lubang dan mendaki Jalan gelap yang kau pilih Penuh lubang dan mendaki." Itulah secuil lirik lagu Iwan fals yang sesuai dengan diriku dan dirimu. Engkau yang sudah menjadi sesosok yang memiliki dua kepribadian. Pada awalnya aku tak tahu kau bermain dua peran. Ketika bersamaku atau teman temanmu yang lain kau begitu ceria dan tertawa lepas tanpa beban. Akan tetapi jika tak bersamaku kau sedang menghapus air matamu yang mengalir membasahi pipimu yang lucu. Aku sedih jika kau tiada tahan akan semua permainanmu. Kau yang masih berharap pada pemilik hatimu yang sesungguhnya. Kau lebih menyayanginya. Aku terima jika hanya sebagai pemilik yang kedua dirimu. Sebenarnya ingin ku bertahan tapi lebih baik aku sudahi saja karena kau sendiri yang memintanya. Semoga setelah kau lepas dariku dapat menjadi gadis yang ingin selalu kulihat tawanya.


Dan mengapa kepergianmu sama dengan kedua temanku yang juga kehilangan sosok yang mereka cintai. Apakah ini rencana tuhan? atau hanya kebetulan semata. Jika tuhan memberiku jalan yang sama, itulah yang namanya sama rasa antar kawan. Teman lawan jenisku menyebutku sebagai 'pelampiasan' darimu. Istilah itu terlalu kejam menurutku. Aku tak begitu menghiraukannya. Tapi pernah terbesit di pikiranku kau mungkin hanya kasihan melihat diriku yang seolah olah mengemis cintamu. Ampuni aku yang telah memasuki kehidupan kalian mencoba mencari celah dalam hatimu.

Kini semua sudah berakhir. Aku yang sebenarnya berat tanpa kehadiranmu kini aku harus merelakanmu terbang layaknya elang yang bisa terbang tinggi sesukanya di langit yang cerah. Akankah kau kembali padanya atau temukan sesuatu yang baru? Atau kau sudah bersamanya? Aku tak tahu.. goreslah ceritamu sesuai keinginanmu. Jangan hiraukan diriku! Walau masih ada setitik harapan agar kau kembali padaku dan tinggalkan dirinya. Tapi itu semua kurasa mustahil. Kini aku hanya berharap agar kau mendoakan diriku agar Tuhan lekas memberiku sosok pengganti dirimu yang lebih baik yang mampu mencintai dan menyayangiku sepenuh hati dan menenrimaku apa adanya. Dan menghilangkan bayang bayangmu dalam hidupku. Karena ku sadar inilah aku bukan siapa siapa yang memiliki segala kekurangan. Dengan wajah jelek dan segala perilaku jelek. Aku tak tahu apakah pantas diriku memiliki seorang yang mampu menerima segala kejelekan dan bisa merubah diriku. Aku sangat bersyukur pada Tuhan dan berterima kasih pada sosok tersebut jika ada......



Sebenarnya aku tidak ingin menulis kisahku ini tapi aku hanya ingin agar sahabat sahabat ku mengerti perasaanku sekarang. Juga bermanfaat bagi pembaca lainnya. Aku juga paling malas saat menulis. Aku juga tak berharap kau membaca ini. Seperti kata alm. Chrisye "Pergilah kasih kejarlah keinginanmu". Terima kasih telah meramaikan hidupku :)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © :::YOU CΔN Do IT:::

The "Urban Elements" theme by: Press75.com

Blogger templates Converted into Blogger by Intro Blogger